Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara untuk merespon fenomena yang akhir-akhir ini mendera kesatuan indonesia . pernyataan presiden tersebut diungkapkan usai menerima sejumlah tokoh lintas agama di istana Merdeka. jakarta Pusat.
Berikut pernyataan utuh Presiden Jokowi:
Saya baru saja bersilaturahmi dengan beliau-beliau. toko agama dari majelis ulama indonesia . Nahdlatul Ulama . Muhammadiyah. Konfrensi wali gereja indonesia .persekutuan Gereja indonesia . perwakilan umat buddha indonesia. dari hindu dharma indonesia dan majelis tinggi konghucu indonesia serta panglima TNI dan kapolri untuk membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama .
Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga terus mempertahankan dan terus memperkokoh pancasila dan UUD1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal ika.
Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan.persaudaraan , perdamaian dan toleransi antarumat antarkelompok dan antargolongan
Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum. saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat ,berserikat dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi kita.
Tapi saya juga perlu tegaskan bahwa kebebasan tersebut harus sejalan dengan koridor hukum. harus sesuai dengan pancasila dan UUD1945. harus berada dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggalika.
Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut, gesekan-gesekan tersebut untuk segera dihentikan . jangan saling menghujat . karena kita ini adalah saudara . jangan saling memfitnah . karena kita ini adalah bersaudara.
jangan saling menolak. karena kita untuk hal-hal yang tidak produktif seperti itu. Kita adalah saudara. saudara sebangsa dan setanah air. saya juga telah perintahkan kepada Kapolri . kenapa panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk tindakan dan ucapan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan. yang menggangu NKRI dan bhinneka tunggal ika. yang tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945. semoga tuhan YME meridhai upaya kita bersama

Komentar
Posting Komentar