Imam Besar Asal Australia Bernama Shaikh M Tawhidi Menawarkan Diri Untuk Membela Ahok Di Pengadilan
Liputan Harian Berita - Polemik tentang Al-Maidah 51 yang saat ini yang membuat Ahok terseret ke pengadilan ternyata mendapat perhatian yang sangat serius dari seorang Imam dari negara Australia, Shaikh M Tawhidi. Bahkan beliau mau datang ke Indonesia untuk membela Ahok yang sedang diadili saat ini. Lewat Akun media sosial Twitternya, ia juga sudah meminta warga Indonesia memohon kepada Presiden Jokowi Widodo untuk memberikan izin untuk membela Ahok di pengadilan.
Sebagai informasi, Shaikh M Tawhid merupakan seorang ulama di Australia yang lahir di Iran. Kedatangannya ke Indonesia sempat dapat penolakan pada Oktober tahun 2015 diakrenakan dinilai negara Indonesia, MUI, menyatakan tidak pernah melarang ajaran syiah di Indonesia kecuali menghimbau umat Muslim agar meningkatkan kewaspadaan tentang kemungkinan beredarnya kelompok Syiah yang extreme.
Beberapa statusnya tentang Ahok ini tidak jauh menuai dukungan. Beberapa
pengguna twitter justru khawatir niat Tawhidi berkunjung ke Indonesia
malah bisa memperburuk suasana. "Terima kasih atas dukungannya untuk
#SaveAhok akan tetapi tidak bijak untuk melibatkan diri ketika tidak ada
yang minta bantuan Anda" tulis kata satu pengguna.
Pengguna lainnya mengatakan, "Coba pikir lagi, karena kunjungan anda bisa menjadi minyak dalam api." Sebagian lain berpendapat imam ini hanya ingin memanfaatkan kesempatan. "Jangan tertipu sama @Tawhidicom, dukungannya kepada Pak Ahok hanya numpang manggung, Hati-hati ya guys."
Pengguna lainnya mengatakan, "Coba pikir lagi, karena kunjungan anda bisa menjadi minyak dalam api." Sebagian lain berpendapat imam ini hanya ingin memanfaatkan kesempatan. "Jangan tertipu sama @Tawhidicom, dukungannya kepada Pak Ahok hanya numpang manggung, Hati-hati ya guys."
Saat BBC Indoneisa ingin mencoba menghubungi timses Ahok-Djarot untuk
dimintai tanggapan tetapi sampai saat ini belum juga didapat. Namun
seorang tokok di Tim Sukses Ahok mengatakan, mereka tidak mau
menggunakan isu agama. Di Twitter, Tawhidi mengatakan ingin mendebat
sejumlah ulama Indonesia tentang Al-Maidah 51 dikarenakan mereka "Tidak
tahu apa-apa soal itu."
"Tidak ada yang salah dengan Kristen/non-Muslim memimpin negara mayortas muslim. Bahkan, saya lebih memilih pemimpin non-muslim dibandingkan Muslim," Tulis nya di Twitter terbarunya, dia juga mengungkapkan keinginannya terbang je Indonesia untuk mendukung Ahok. Tawhidi sudah ke Indonesia selama 2 kali.
"Tidak ada yang salah dengan Kristen/non-Muslim memimpin negara mayortas muslim. Bahkan, saya lebih memilih pemimpin non-muslim dibandingkan Muslim," Tulis nya di Twitter terbarunya, dia juga mengungkapkan keinginannya terbang je Indonesia untuk mendukung Ahok. Tawhidi sudah ke Indonesia selama 2 kali.
Dalam kunjungan ke Indoneisa yang pertama, dia bertemu dengan tokoh
Papua Phil Erari dan mengunjungi lima gereja yang diserang oleh kelompok
ekstrimis. Dalam kunjungannya yang kedua, dia sempat bertemu dengan
Ahok. (BBC Indonesia).

Komentar
Posting Komentar