Sosok Jenius Dari Pak Tito, Pimpinan Aksi 313 Berhasil Ditangkap dan Pengikut Aksi Kehilangan Arahan
Liputan Harian Berita - Aksi demo 313 yang dilaksanakan hari ini (31/3/2017) mempunyai tujuan yang tetap sama layaknya aksi-aksi sebelumnya, yakni meminta Pak Jokowi untuk memberhentikan Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Yang cukup unik kali ini adalah jumlah pengikut aksi demo ini sangat jauh berkurang dari aksi demo 411 dan aksi 212 yang lalu, Aksi 313 sekarang ini hanya di ikuti sekitar 100 ribu orang. Meskipun jumlah pengikut aksi tersebut terbilang sedikit, namun tetap saja bisa menimbulkan masalah jika tidak diawasi ketat oleh pihak kepolisian.
Oleh karena itu lah, rencana jitu untuk meredam kejadian yang tidak diinginkan dalam aksi demo 313 kali ini. Salah satu pembuat rencana yang terkenal jago adalah Kapolri (Kepala Polisi Republik Indonesia) yakni Muhammad Tito Karnavian. Tito telah beberapa kali membuktikan mampu meredan aksi-aksi yang seperti ini.
Pak Tito yang tentunya sudah berpengalaman, pasti tahu kalau aksi-aksi semacam ini bisa saja berakhir ricuh, apalagi kalau dituggangi oknum-oknum yang membawa misi-misi khusus. Aksi ini biasanya diawali dengan sebuah Provokasi, pengikut aksi terpancing dan terjadilah kerusuhan yang bisa mencoreng muka Pemerintahan Jakarta.
Karena itu, provokator yang ikut dalam aksi ini menjadi target utama
untuk sasaran. Jika sudah berhasil menemukan orang di maksud itu,
tinggal di ciduk saja. Namun menciduk pun harus menunggu dan mencari
waktu yang pas. Tidak sembarangan ciduk. Sebab jika waktunya tidak pas,
akan terjadi kehebohan dan pasti ada yang memandaatkan situasi itu
dengan berpura-pura sebagai korban. Tujuannya tidak jauh dan tidak lain
yakni untuk membangkitkan kemarahan pengikut aksi yang lainnya.
Untung saja kita punya kapolri yang hebat mengolah rencana. Tito (biasa
dipanggil) selalu menggunakan teknis "menarik rambut di dalam tepung,
rambut tidak putus tepung tidak berserak". Tito izinkan mereka untuk
melakukan aksi dengan damai. Tapi dengan sebuah catatan, mereka akan
diawasi ketat. Jika berbuat rusuh dan menimbulkan kerusakan pada
fasilitas umum, akan ditangkap dan ditindak dengan tegas.
Yah bukan pak Tito namanya jika tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di kemudiannya. Mereka bisa saja melakukan aksi damai namun apa yang terjadi dilapangan siapa yang akan tahu. Untuk itu, Tito sudah mengantisipasikan semuanya dari pertama. Tito pegang teguh kalimat "Lebih baik mencegah daripada mengobati".
Inilah yang terjadi dalam aksi 313 hari ini. Sebelum aksi tersebut berjalan, Tito dan deretannya telah mengamati dengan sangat teliti di setiap persiapan dari aksi ini dan menyelidiki apakah ada yang menunggangi nya atau tidak. Dan ternyata, memang ada yang menggunakan aksi 313 untuk melakukan makar.
Yah bukan pak Tito namanya jika tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di kemudiannya. Mereka bisa saja melakukan aksi damai namun apa yang terjadi dilapangan siapa yang akan tahu. Untuk itu, Tito sudah mengantisipasikan semuanya dari pertama. Tito pegang teguh kalimat "Lebih baik mencegah daripada mengobati".
Inilah yang terjadi dalam aksi 313 hari ini. Sebelum aksi tersebut berjalan, Tito dan deretannya telah mengamati dengan sangat teliti di setiap persiapan dari aksi ini dan menyelidiki apakah ada yang menunggangi nya atau tidak. Dan ternyata, memang ada yang menggunakan aksi 313 untuk melakukan makar.
Kamis malam (30/3/2017) Tim Khusus Polri menangkap lima orang yang
terjaring dugaan makar salah satu nya yang ditangkap yakni Muhammad
Al-Khaththath, Sekjen FUI (Forum Umat Islam). Ini adalah langkah tegas
dari pihak kepolisian dibawah komando Tito untuk melakukan pencegahan
dari pada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Jalan yang Tito lakukan sangat cerdas, Menangkap pimpinannya diwaktu yang sangat tepat dan benar. Pasukan mereka boleh tetap melakukan aksi 313 akan tetapi tidak akan ada lagi yang jadi penyala api. kalau seperti ini, tanpa pemimpinya mereka hanya berjalan-jalan santai saja tanpa ada arahan.
Patut kita berikan Apresiasi yang tinggi kepada Pak kapolri. Karena berkat beliau dan semua jajarannya, sekali lagi upaya makar bisa berhasil digagalkan. Menariknya, mereka menghadapi aksi 313 semacam ini seperti sedang main sepak bola. Agar gawang mereka tidak dijebol lawan. mereka potong umpan yang disodorkan dari tengah terlebih dahulu. Kalau sudah begini, ujung tombak lawan pasti akan mandul karena sangat tidak mungkin bisa memcetak gol. jangankan mau cetak gol, memegang bola saja sudah tidak bisa lagi.
Jalan yang Tito lakukan sangat cerdas, Menangkap pimpinannya diwaktu yang sangat tepat dan benar. Pasukan mereka boleh tetap melakukan aksi 313 akan tetapi tidak akan ada lagi yang jadi penyala api. kalau seperti ini, tanpa pemimpinya mereka hanya berjalan-jalan santai saja tanpa ada arahan.
Patut kita berikan Apresiasi yang tinggi kepada Pak kapolri. Karena berkat beliau dan semua jajarannya, sekali lagi upaya makar bisa berhasil digagalkan. Menariknya, mereka menghadapi aksi 313 semacam ini seperti sedang main sepak bola. Agar gawang mereka tidak dijebol lawan. mereka potong umpan yang disodorkan dari tengah terlebih dahulu. Kalau sudah begini, ujung tombak lawan pasti akan mandul karena sangat tidak mungkin bisa memcetak gol. jangankan mau cetak gol, memegang bola saja sudah tidak bisa lagi.
Seperti itulah yang terjadi pada aksi 313 kali ini. Pengikut aksi ini
dijadikan sebagai ujung tombak sedangkan kelima orang yang sudah
ditangkap sebelumnya adalah pemain tengah yang akan mengirimkan
provokasi-provokasi kepada peserta aksi. Peserta aksi yang menerima
umpan akan membuat kerusuhan di depan agar bentrokan dengan pihak
keamanan , Jika sudah seperti ini mereka pasti akan pura-pura menjadi
korban. Tujuannya agar mereka punya kesempatan membobol pertahanan
keamanan.
Namun sangat disayangkan rencana mereka yang licik ini berhasil terbaca
oleh pihak Kapolri dan jajaranya, Mereka tangkap dulu lima pemain
tengahnya, dengan seperti itu tidak akan ada lagi yang mengirimkan umpan
berupa provokasi-provokasi. Salam Topic!

Komentar
Posting Komentar