ternyata imam besar yang menjadi sumber inspirasi nyanyi lagu bunuh ahok
Liputan Harian Berita - Lihatlah generasi bangsa kita saat ini. Anak-anak kecil di didik sedemikian rupa degan sikap dan contoh perilaku yang sangat buruk. Baru-baru ini tempatnya kemarin malam saat indonesia sibuat kaget dengan adanya kasus bom. Di tempat lain sedang berlangsung sebuah acara pawai obor. Sebenarnya acara pawai obor ini dilakukan serempak oleh umat islam di nusantara guna menyambut datangnya bulan suci ramadhan.
Tapi di momen yang sama ada suatu hal perbuatan yang sangat tidak bisa diterima oleh nalar. Bagaimana tidak nyannyian alunan lagu yang terdengar dari suara anak-anak tersebut sungguh membuat hati ini sangat sedih.
Pasalnya nyanyian yang dinyanyikan oleh anak-anak ini bukan lagi sebuah lagu anak kecil yang memberi kesan lucu dan polos. melainkan sebaliknya. Lagu dari anak-anak ini sungguh kejam dan tidak masuk akal.
Vidio yang sudah dishare 5.222 kali dan sudah ditonton hampir 386.000 view ini benar-benar mencerminkan sebuah sikap anak yang sangat tidak terpuji untuk anak seusia mereka.
Ini sangat serius kalau disidangkan dengan bom yang terjadi. Maka mereka anak-anak ini bisah jadi 10tahun atau 20 tahun ke depan akan menjadi bibit-bibit yang sama dengan pelaku bom bunuh diri saat ini. Pemahaman radikalis akan semakin membekas diingatan anak-anak ini. Sehingga kata toleran atau bhineka tidak mungkin akan terdengar dimasa yang akan datang.
Ahok sudah menjalani masa hukumanya,
Atas dasar apa anak-anak ini masih bernyanyi seperti itu? Apakah murni
dari pribadi anak itu sendiri? Atau ada yang memprovokasi mereka?
Kalau memang itu dari pribadi mereka sendiri, seharusnya dalam setiap pawai yang diikuti oleh anak-anak, pastinya akan ada orang tua yang membimbing, tapi mengapa orang tua disana tidak ada yang mengingatkan? Atau justru mereka senang dan bahagia dengan anak-anak tersebut bernyanyi seperti itu?Artinya kembali ke pertanyaan selanjutnya, Apakah ada yang memprovokasi mereka?! Kalau benar, sungguh terlalu! Kamu benar-benar kejam! Provokator sepertimu sudah sepantasnya dihukum berat dalam penjara.
Kalau memang itu dari pribadi mereka sendiri, seharusnya dalam setiap pawai yang diikuti oleh anak-anak, pastinya akan ada orang tua yang membimbing, tapi mengapa orang tua disana tidak ada yang mengingatkan? Atau justru mereka senang dan bahagia dengan anak-anak tersebut bernyanyi seperti itu?Artinya kembali ke pertanyaan selanjutnya, Apakah ada yang memprovokasi mereka?! Kalau benar, sungguh terlalu! Kamu benar-benar kejam! Provokator sepertimu sudah sepantasnya dihukum berat dalam penjara.
Karena jelas kamu merusak generasi muda bangsa indonesia.
Lagu yang dipakai sebenarnya adalah lagu anak-anak, tapi liriknya
dirubah dengan begitu kejam, nyanyian ini sering dikumandangkan oleh
pentolan besar yang sedang kabur karena kasus chat mesum itu.
Diatas adalah sebagian kecil yang bisa kita dapati di laman youtube kalau anda cari sendiri akan menemukan lebih banyak atau apabila anda memang terlibat langsung disetiap demo berjilid-jilid kemarin itu nyanyian seperti yel-yel ini akan sering kalian dengar dinyanyikan.
Saya pribadi dan seluruh rakyat Indonesia sangat mengecam siapapun yang
memprovokasi anak-anak kecil tidak berdosa ini, untuk mempunyai stetment
dan lagu yang begitu kejam. Bunuh..bunuh..bunuh si… nada yang tidak
pantas.
Apa perasaan kalian kalau liriknya dirubah semisal: Bunuh..bunuh..bunuh si Rizieq! Bunuh si Rizieq sekarang juga!
Apa yang akan kalian lakukan? Melaporkan tindakan ini?! Berjihad?! Berperang melawan sang orator?! Kalau kalian bisa bernyanyi seenak udelnya seperti itu, mengapa kita tidak boleh?! Apapun alasan kalian dalam membenarkan nyanyian itu, dimana nalar kalian sebagai manusia?! Apakah kalian itu adalah binatang?! Sehingga tidak mempunyai hati sama sekali?!
Lihat hasil dari perbuatan kalian terhadap anak-anak itu, mereka mencontoh kalian semua wahai para sumbu pendek, para keledai, para domba, para onta, para bumi datar, para kaum radikalis! Maaf bahasa kebun binatang keluar.
Anak kecil adalah lembaran polos yang tidak mengerti apa-apa, mereka hanya mencontoh perilaku orang dewasa, atau lingkungan mereka. Kalau itu dibiarkan terus menerus maka, generasi anak bangsa ini sudah bisa dipastikan, 10 tahun atau 20 tahun lagi, mereka semua akan menjadi pasukan teroris yang akan membunuh saudara-saudara kita satu nusa satu bangsa.
Sudah dipastikan mereka adalah calon-calon generasi terburuk apabila mereka tidak segera diajarkan yang benar.
Apa perasaan kalian kalau liriknya dirubah semisal: Bunuh..bunuh..bunuh si Rizieq! Bunuh si Rizieq sekarang juga!
Apa yang akan kalian lakukan? Melaporkan tindakan ini?! Berjihad?! Berperang melawan sang orator?! Kalau kalian bisa bernyanyi seenak udelnya seperti itu, mengapa kita tidak boleh?! Apapun alasan kalian dalam membenarkan nyanyian itu, dimana nalar kalian sebagai manusia?! Apakah kalian itu adalah binatang?! Sehingga tidak mempunyai hati sama sekali?!
Lihat hasil dari perbuatan kalian terhadap anak-anak itu, mereka mencontoh kalian semua wahai para sumbu pendek, para keledai, para domba, para onta, para bumi datar, para kaum radikalis! Maaf bahasa kebun binatang keluar.
Anak kecil adalah lembaran polos yang tidak mengerti apa-apa, mereka hanya mencontoh perilaku orang dewasa, atau lingkungan mereka. Kalau itu dibiarkan terus menerus maka, generasi anak bangsa ini sudah bisa dipastikan, 10 tahun atau 20 tahun lagi, mereka semua akan menjadi pasukan teroris yang akan membunuh saudara-saudara kita satu nusa satu bangsa.
Sudah dipastikan mereka adalah calon-calon generasi terburuk apabila mereka tidak segera diajarkan yang benar.

Komentar
Posting Komentar