Presiden Jokowi Menegaskan Hanya Memblokir Telegram


Liputan Harian Berita - Pemerintah indonesia memutuskan untuk memblokir aplikasi percakapan telegram yang diduga banyak digunakan oleh kelompok teroris ataupun radikal. Presiden jokowi menegas kan hanya memblokir telegram tidak media sosial yang lain.
Jokowi mengatakan pemerintah sudah lama melakukan pengamatan sebelum memblokir telegram di indonesia. Disinyalir banyak yang menggunakan media sosial sebagai wadah komunikasi kelompok maupun orang yang disinyalir bisa mengganggu keamanan negara. Seperti Teroris.
Kita sudah mengamati lama. Sudah mengamati lama. Dan kita agar ini kan mementingkan keamanan negara, masyarakat, oleh sebab itu, keputusan itu dilakukan. Karena memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat, lima. Ini ada ribuan yang ada di situ (Telegram-red) yang dikategorikan akan mengganggu keamanan negara ini, mengganggu keamanan masyarakat,” katanya.
jokowi juga mengatakan masih banyak aplikasi media sosial lain yang bisa digunakan masyarakat untuk berkomunikasi." Kita lihat kan masih banyak aplikasi yang lain yang bisa digunakan. Katanya
Selain Indonesia, ada beberapa negara di dunia yang sudah menutup layanan aplikasi berkirim pesan Telegram sejak tahun lalu. Seperti halnya China, di laman Hong Kong Free Press dituliskan, telah memblokir Telegram sejak 2015 lalu.                                         "Bulan lalu juga rusia mengancam memblokir telegram bila tidak memberikan informasi kepada pemerintah terkait mengenai perusahaan di balik layanan aplikasi telegram Regulator komunikasi russia. Roskomnadzor menuduh telegram melanggar peraturan.        Aplikasi Telegram juga sangat populer di Iran. April lalu, berdasarkan putusan pengadilan, Iran menutup layanan panggilan suara, voice call Telegram. Sejak Januari 2016 lalu, traffic Telegram di Arab Saudi juga terbatas. Di Indonesia, layanan Telegram sudah diblokir sejak Jumat (14-7-2017), pukul 11.00 WIB.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buruh Cap Anies Pembohong

Pabrik Rokok Di Probolinggo, 42 Karyawan Pabrik Positif COVID-19

Pembunuhan Satu Keluarga Di Sukoharjo