Respon Jeremy Thomas Saat Axel Diminta Jalani Tes Urin


Liputan Harian Berita - Sabtu (14/07) kemarin Axel Matthew Thomas mengalami insiden penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh terduga oknum yang mengaku sebagai aparat keamanan. Diduga putra sulung Jeremy Thomas ini dijebak oleh sang teman soal kepemilikan narkoba.
Axel sendiri disekap di Hotel Crystal saat hendak membeli baju selama 4 jam pada hari kejadian. Diketahui, Polda yang terkait dengan kasus ini memiliki barang bukti berupa bukti transfer Axel pada temannya untuk membeli Narkotika jenis Happy Five. 
"Barang bukti boleh saja (ada) tapi anak saya memang sering melakukan transaksi online untuk beli sepatu, baju, atau celana. Dan yang saya tahu saat hari kejadian, anak saya ingin membeli Supreme tapi malah anak saya diciduk," beber Jeremy Thomas saat ditemui di Propam Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17-7-2017).
Sebagai tindak lanjut, polisi hendak melakukan tes urin pada Axel namun permintaan ini dicurigai oleh Jeremy. "Anak saya waktu di situ (Hotel Crystal) diberi minuman, dikasih makanan. Apa yang menjamin di dalamnya tidak ada kandungan mencurigakan?"
"Kalau mau tes urin, kenapa tidak dilakukan saat itu? Tes urin kan juga wajib didampingi pengacara. Kalau sekarang, anak saya sudah dikasih makan, minum, dipukulin. Sekarang, kalau Anda jadi saya percaya tidak dengan profesionalisme?" imbuhnya.
Jeremy bersikeras bahwa saat terjadi penyekapan oleh oknum tersebut, Axel tidak memiliki barang bukti berupa narkoba. Dirinya juga menyangsikan permintaan tes urin yang dirasa terlambat ini. "Faktanya, dia dilepaskan karena tidak memiliki barang bukti."
"Saya juga marah pada dia (Axel) karena meminum dan memakan apa yang diberikan padanya. Jadi, maaf kita tidak usah mencari-cari dan melebar-lebarkan. Saya tidak mau ada peristiwa seperti ini terjadi lagi. Saya prihatin lihat putra saya tapi sebagai orangtua saya melihat ada sisi kemanusiaan yang tidak benar di sini," tandas Jeremy Thomas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buruh Cap Anies Pembohong

Pabrik Rokok Di Probolinggo, 42 Karyawan Pabrik Positif COVID-19

Pembunuhan Satu Keluarga Di Sukoharjo