Liputan Harian Berita - Pengamat politik Arbi Sanitmembenarkan pernyataan buruh yang melabeli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong, lantaran mengingkari kontrak politiknya di Pilkada DKI soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI. "Ya benar itu. Kan sudah jelas dia berjanji ingin melindungi dan menyejahterakan buruh, tapi nyata-nyata soal upah merugikan buruh. Jadi kan mulutnya manis saat pilkada tapi waktu buat kebijakan jadi berbohong dan berkhianat," kata Arbi kepada Netralnews.com, Selasa (14-11-2017). Bahkan Arbi menyebut, janji manis yang dilakukan Anies saat pilkada, hanya bertujuan untuk mencari dukungan demi memenangi pesta demokrasi lima tahunan itu. Karena pada kenyataannya, Anies tak mampu memenuhi kontrak politiknya dengan buruh. Hal ini disebut Arbi, juga terjadi pada sejumlah politisi di republik ini. "Jadi ini masalah dasar dari sikap politisi Indonesia yang menghambat kemajuan negara. Bersifat plin-plan, cari selamat," ung...
Komentar
Posting Komentar